• (021) 7560 539
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Menteri Ristek Puji LRT Jabodebek


Menteri Riset Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Bambang Brodjonegoro melakukan uji coba kereta “Light Rail Transit” (LRT) Jabodebek (Jakarta Bogor Depok Bekasi) dari Stasiun Cibubur-Ciracas, Kamis (28/11).

Bambang memuji kualitas kereta garapan PT INKA (Persero), perjalanannya serta operasionalnya yang sangat mulus dan lancar.“Ini menunjukan bahwa kemampuan penguasaan riset teknologi dan inovasi putra putri bangsa Indonesia untuk beberapa teknologi penting per keretaapian, melalui kolaborasi PT INKA (Persero) yang dengan berbagai lembaga seperti BPPT telah tercapai untuk sebagian teknologinya. Kedepan diyakini teknologi-teknologi ini akan amat dibutuhkan di tanah air,” ujar Bambang ketika uji coba LRT Jabodebek.



Bambang menjelaskan Kemenristek/BRIN amat mendukung pengembangan industri kereta api di Indonesia. Pengembangan sendiri telah melakukan pengujian ini dari mulai dari tahap proses pembuatan gerbong hingga pengoperasian yang dibuat oleh PT. INKA (Persero) dengan proses pengujian oleh BPPT. Kereta LRT ini nantinya akan menghubungkan jalur Cibubur-Cawang-Dukuh Atas, dimana jalur Cawang terhubung ke rute Bekasi.
 “Ada lima kota besar yang membangun sistem transportasi massal berbasis rel/berbasis kereta api, artinya kebutuhan akan kereta api gerbongnya lokomotifnya maupun infrastruktur relnya akan sangat besar,” ungkap Bambang.
Bambang menambahkan dalam pengembangan industri kereta api hal yang perlu diperhatikan selain tingkat komponen dalam negeri kereta, juga kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang perkeretaapian. Putra-putri Indonesia harus terus menerus ditingkatkan kemampuan penguasaan teknologi di bidang kereta api, mulai dari proses produksi hingga pengoperasian.
“Unsur Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dari LRT khususnya yang lokomotif, buatan dalam negeri. LRT ini murni buatan bangsa Indonesia, gerbongnya dari PT INKA (Persero) sedangkan infrastruktur relnya dari PT Adhi Karya, tetapi teknologinya memang masih beli dari luar negeri,” kata Menteri Bambang.

 



Pada kesempatan yang sama Kepala BPPT Hammam Riza berkomentar, “Kereta LRT yang telah dibangun oleh PT INKA (Persero) ini telah dilakukan pengujian oleh BPPT baik dari segi sistem persinyalannya serta maupun infrastrukturnya. Diantaranya faktor kenyamanan bagi penumpang berupa Air Conditioning”
Kerja sama penelitian dan pengembangan dengan dana dari Kemenristek/BRIN (sebelumnya Kemenristekdikti) sudah dilakukan, untuk mendukung pengadaan LRT Jabodebek ini, di antaranya: penelitian interior & eksterior LRT bersama ITS, pengujian AC dengan BPPT, dan optimasi proses pengelasan menggunakan mesin las otomatis yang bekerja sama dengan ITB.


Statistik Pengunjung

Today80
Yesterday245
This week1460
This month3417
Total327843

Kontak Kami

Gedung 230, Kawasan Puspiptek, Serpong,Tangerang Selatan
15314
(021) 7560 539
(021) 7560 538
sekr-bt2mp@bppt.go.id
bt2mp.bppt.go.id

© 2021 Design by Pusat Manajemen Informasi & Balai Teknologi Termodinamika Motor dan Propulsi - BPPT